Minggu, 05 Maret 2017

perceraian yang membaut anak menderita

KARENA PERCERAIAN
Kisah ini terjadi sekitar 13 tahun yang lalu di saat kedua orang tua ku memutus kan untuk berpisah atau bercerai, semua itu membuat aku dan kakak ku merasa kehilangan.
Di saat itu umur ku baru 10 tahun dan kakak ku sekitar 16 tahun, sebenarnya kami keluarga yang bahagia ayah sebagai kepala rumah tangga mempunya bisnis sebagai bos kayu, sedang kan ibu sebagai ibu rumah tangga biasa. Kami hidup bahagia sebagai keluarga kecil yang berkecukupan.
Namun semua berubah saat ayah sebagai kepalah rumah tangga mengalami bangkrut bisnisnya dan ayah mencoba untuk membangun lagi bisnisnya namun semua itu hanya angan-angan semata, ayah tak mampu membangun lagi bisnisnya tapi ayah malah pergi meningal kan kami dengan wanita lain, di situ lah mulai nya keluarga kami hancur berantakan dan ibu memilih untuk berpisah dari ayah.
Dengan berat hati kami sebagi anak hanya bisa meratapi semua nya dan kami juga selalu berusaha untuk menyatu kan semua nya kembali namun semua sia-sia, keluarga kami tak bisa lagi di pertahan kan.
Aku dan kakak ku memilih ikut ibu dan menjaga ibu, namun dengan berjalan nya waktu kakak ku pun menemuh kan jodoh nya, namun lagi-lagi semua jadi berantakan semua karena ayah. Di saat itu kakak ku sudah bertunangan dengan kekasihnya namun apa keluarga dari kekasih kakak ku tak dapat menerima karena mereka tau keburukan ayah kami, di saat itu kekasih kakak ku pun pergi dan tak mau mengangap kakak ku lagi.
Kakak ku sempat terpuruk dengan semua itu, tapi dia masih punya aku dan ibu yang selalu menemaninya dan selalu ada buat dia. Kami pun beranjak dewasa dan kakak ku sudah lulus dari perguruan sekolahnya dan dia berkerja di salah satu perusahan sepeda motor, sedang kan aku masih di bangku sekolah dasar namun aku tak mau lagi meneruskan pendidikan ku, karena aku malu dengan ejekan teman-teman ku yang terus menerus mengatakan kalo keluarga kami ini keluarga yang udah hancur.
Karena semua itu aku pun memutus kan untuk berhenti sekolah walopun aku di larang oleh ibu tapi aku tetap tak mau lagi sekolah, dan pada akhirnya aku putus sekolah. Aku pun mencoba mencari kerja dan hanya mengandalkan tenaga ku, namun dengan berjalan nya waktu aku bertmu dengan teman-teman yang hampir sama denga kisah ku, kami pun menjadi sekelompok anak yang putus sekolah. Karena teman-teman ku jauh lebih dewasa dari ku mereka pun mulai mengajari aku tentang hidup. Yang ada dalam pikiran ku saat itu ini lah hidup ku.
Aku pun mulai berkenalan dengan yang namanya akohol dan mulai merokok dangan tampah sepengtahuan ibu, aku selalu seperti itu. Sampai pada suatu saat kakak ku yang sudah berkerja menemukan pendamping hidup nya dan pergi meningalkan aku dan ibu ku.
Tampa aku sadari aku selalu pergi meningal kan ibu di rumah sendirian berate sama halnya aku dengan ayah yang sudah ningali ibu, pada saat itu aku memutus kan untuk tidak mau lagi pergi-pergi meningalkan ibu di rumah sendirian, namun apa artinya jika aku di rumah tapi tidak memiliki pengahasilan dan aku memutuskan untuk mencari kerja. Tapi apa daya ku, aku hanya lah lulusan sekolah dasar dan aku harus berkerja apa namun aku tak putus asa, karena aku masih punya tenaga yang masih bisa aku guna kan untuk mencari uang, waktu demi waktu aku lewati sedikit demi sedikit uang ku selalu ku berikan pada ibu.
Hinga pada suatu hari ada seorang yang memberi tawari ku untuk berkerja di warung internet nya, tapi aku sadar aku hanya lah memiliki pendidikan dasar namun aku memiliki perinsip selagi itu terlihat masak aku gak bisa. Dan akhir nya aku berkerja di warung internet tersebut.
Setelah 2 tahun lamanya aku berkerja, aku mendengar dari tetanga-tetanga ku bawah ibu ku sedang dekat dengan seorang laki-laki. Langsung saja aku bertanya kepada ibu apa ia ingin menikah dengan laki-laki itu, namun jawaban dari ibu ku sangatlah mengejut kan ia berkata tak ingin menkah seblum aku menikah, tapi aku masih banyak yang ingin aku capai termasuk ingin hidup mandiri dengan berat hati ibu pun menikah dan pergi bersama keluarga baru nya untuk hidup yang baru.

Kini aku hanya sebatang kara hidup sendirian, tapi aku bahagia telah melihat ibu dan kakak ku bahagia dengan keluarga nya.


Tunggu Artikel kelanjuat ini dan naska derama tentang artikel ini.
jangan lupa komen di bawah!!
https://www.vpb.com/cloud.php?fuid=283&gclid=CjwKEAiAi-_FBRCZyPm_14CjoyASJAClUigOAMfWzBfBjHA1ORdxBDDNl8kFGxEeJvQUUDRd6e-iYxoCqdbw_wcB